by

Dinar dan Dirham jadi alat transaksi, Pendiri Pasar Muamalah ditangkap

Dinar dan Dirham jadi alat transaksi, Pendiri Pasar Muamalah ditangkap

Perdananews Kalsel – Zaim Saidi (59) Pendiri Pasar Mualamah ditangkap Bareskrim. Pasalnya Dalam Praktik Jual beli, menggunakan Dinar dan Dirham sebagai alat Transaksi. Zaim diduga melanggar UU No 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang.

Mantan Direktur PIRAC ini ditangkap pada Selasa (2/2/2021) malam. Pasar Mualamah sendiri sudah berlangsung sejak tahun 2019, lokasinya di Jalan Raya Tanah Baru, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Tidak seperti pasar pada umumnya, dimana lokasinya luas, dan banyak orang yang berjualan di dalamnya. Pasar Muamalah hanyalah sebuah ruko milik seorang warga. Pasar ini buka hanya dua pekan sekali, setiap hari Ahad, jam bukanya pun terbatas mulai pukul 07.00-11.00 WIB.

Selain itu alat Transaksi yang digunakan dalam praktik jual beli di Pasar Mualamah juga berbeda dengan pasar umumnya. Di Pasar Muamalah ini alat tukarnya adalah mata uang Dinar dan Dirham. Selain di Depok, Pasar yang menggunakan Dinar dan Dirham juga ada di Pasar Bazar Masjid An-Nabawi, Perumahan Banjar Wijaya, Kecamatan Cipondoh, Tangerang, kegiatan pasar ini, dibuka hanya satu kali dalam setiap bulannya.

Penangkapan Pria yang lahir di Temanggung, Jawa Tengah, pada 21 November 1962 ini, berkaitan dengan penggunaan dinar dan dirham sebagai alat pembayaran, yang dianggap melanggar UU Mata Uang.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, menuturkan Pasal 21 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang menyebutkan rupiah wajib digunakan dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang, dan transaksi keuangan lainnya.

Baca Juga Jokowi: Bank Syari’ah Indonesia Bukan untuk Umat Islam Saja, Semua Bisa Jadi Nasabah

“Dengan demikian kalau ada transaksi menggunakan denominasi non rupiah melanggar Pasal 21 UU tentang Mata Uang, dengan sanksi pidana kurungan paling lama satu tahun dan pidana denda paling banyak Rp200 juta,” ujarnya.

Selain menggagas pasar muamalah, Lulusan Master Public Affairs di Department of Government and Public Administration, University of Sydney, Australia ini juga merupakan Amir Wakala Nusantara, yaitu sebuah usaha layanan bagi distribusi koin Dinar emas dan Dirham perak, secara umum, memberikan jasa distribusi koin dinar dirham dalam kaitannya menegakkan muamalat dan rukun zakat, Wakala bukan sebagai lembaga yang frofitable cabangnya pun tersebar di hampir seluruh Indonesia.

Adapun tugas dan fungsi dari wakala adalah:

Pertama, Menciptakan pengguna dinar dirham baru
Kedua, Menjaga dan mencatat rekening dinar dan dirham
Ketiga, Melakukan pembayaran-pembayaran atas seizin pemilik rekening dinar dan dirham
Keempat, Melakukan pengiriman dinar dan dirham ke segenap penjuru dunia
Kelima, Mengatur penukaran uang kertas ke dalam bentuk dinar dan dirham.

(PN/Editor DB)

PERDANANEWS