by

Kenaikan Cukai 12,5 Persen Berlaku Februari, Harga Rokok Ikut Naik

Kenaikan Cukai 12,5 Persen Berlaku Februari, Harga Rokok Ikut Naik.

Perdananews Kalsel – Bagi anda para penggemar rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Tangan (SPT) bersiaplah untuk membayar rokok kesukaan anda dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya, sebab mulai Senin (1/2/2021) Peraturan Pemerintah mengenai kenaikan cukai rokok sebesar 12,5 persen mulai berlaku.

Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 198/PMK.010/2020 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Kebijakan tarif cukai ini mulai berlaku per tanggal 1 Februari 2021.

Selain sebagai Penerimaan APBN, Sri Mulyani berharap, dengan naiknya harga rokok diharapakan akan menekan jumlah perokok wanita dan anak-anak.

“Kenaikan cukai hasil tembakau ini akan sebabkan rokok menjadi lebih mahal, sehingga sehingga makin tidak dapat terbeli,” kata Menkeu.

Reaksi masyarakat terhadap akan dinaikkan ya harga rokok pun beragam. Ada yang mendukung, ada juga yang menolak.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok (GAPPRI) Henry Najoan, kenaikan cukai rokok saat Pandemi Covid-19 ini bisa dibilang tidak sewajarnya juga sangat pemberatan pengusaha, karena industri rokok juga terkena imbas karena daya beli masyarakat saat ini masih sangat lemah.

Baca Juga Ternyata ini sebabnya Tempe dan Tahu Hilang dari Pasaran

“Tidak wajar kenaikan ini, sebab kinerja industri sedang turun akibat pelemahan daya beli karena ada pandemi dan kenaikan cukai sangat tinggi di tahun 2020 kemarin. Apalagi saat ini angka pertumbuhan ekonomi dan inflasi masih minus,” ujar dia, beberapa waktu lalu.

Adapun besaran harga jual eceran di pasaran adalah sesuai dengan kenaikan dari tarif masing-masing kelompok, sebagai berikut:

Sigaret Kretek Mesin (SKM)

  • SKM 1 : Kenaikan Rp125/Batang atau 16,9 persen (Tarif Cukai 2021 Rp865/Batang)
  • SKM IIA : Rp65/Batang atau 13,8 persen (Tarif Cukai 2021 Rp535/Batang)
  • SKM IIIB : Rp70/Batang atau 15,4 persen (Tarif Cukai 2021 Rp525/Batang)

Sigaret Putih Mesin (SPM)

  • SPM I : Rp145/Batang atau 18,4 persen (Tarif Cukai 2021 Rp935/Batang)
  • SPM II A : Rp80/Batang atau 16,5 persen (Tarif Cukai 2021 Rp565/Batang)
  • SPM IIIB : Rp470/Batang atau 18,1 persen (Tarif Cukai 2021 Rp555/Batang)

Namun demikian, GAPPRI tetap menghormati keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai, dan akan menaati kebijakan yang telah dibuat. Dengan harapan adanya relaksasi bagi Industri Hasil Tembakau (IHT) yang memproduksi Sigaret Kretek Mesin (SKM) maupun Sigaret Putih Mesin (SPM).

“Karena di masa pandemi relaksasi lebih dibutuhkan oleh industri sebagaimana diberlakukan pada jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) dibanding beban kenaikan tarif cukai yang dibebankan pada jenis SKM dan SPM,” tegas dia mengakhiri.

(PN/Editor DB)

PERDANANEWS